Rabu, 30 April 2014

About The Owner


Nama saya adalah Rahman Syaifudin.bisa dibilang saya adalah owner dari bisnis Sandal Batik Bangkalan ini. saya lahir pada tahun 1994. dan saat ini saya masih duduk di bangku kuliah di salah satu universitas Negeri di Bangkalan.

saya akan menceritakan sedikit tentang bagaimana saya tertarik pada dunia Bisnis atau Wirausaha. yang pertama, adalah dari faktor keturunan. bapak saya adalah seorang pedagang di pasar yang bisa dibilang sudah cukup dalam memenuhi kebutuhan keluarga kami. dan selanjutnya adalah karena ketika saya bekerja pada seseorang, disitu saya menemukan sebuah kejenuhan, sebuah kebosanan akan rutinitas yang setiap hari saya lakukan. saya tidak bebas, sedangkan saya ingin sekali jalan-jalan, dan melakukan segala hal yang saya suka. dan sejak saat itu saya memilih berhenti dan mulai memikirkan tentang usaha yang akan saya mulai.

awalnya, sebelum saya bekerja kepada orang. jauh dari itu semua, ketika saya kelas 3 SD. saya sudah ada fikiran untuk berdagang. yang saat itu tentu saja saya mempunyai banyak mainan yang terbengkalai, dan saya punya inisiatif waktu itu untuk menjualnya dengan membungkus beberapa mainan dengan plastik kecil dan saya jual pada saat itu Rp.300 - Rp. 500, dan selanjutnya saya titipkan mainan itu di toko bapak saya yang ketika itu masih menempati di daerah pasar. dan tentu saja jualan saya itu laku karena di pasar banyak sekali anak kecil yang entah ikut ibunya ke pasar ataukan hanya anak-anak pasar yang sering berkeliaran. tentu disitu saya memperoleh yah lumayan lah untuk jajan di sekolah pada waktu itu. namun, jelas pada umur saat itu jelas tidak ada orientasi bisnis pada diri saya, karena tujuan saya adalah hanya sekedar mengurangi mainan yang terbengkalai.

dan dari situlah semuanya bermulai, pada saat saya mulai memasuki dunia kampus, saya mulai mencoba mendirikan suatu bisnis yang menghasilkan bagi saya, yaitu Budidaya LELE, yang disini saya mencoba untuk bekerja dengan teman saya yang sangat antusias sekali dalam hal ini namun dia tidak memiliki lahan untuk memulai. dan saya membuat kesepakatan dengan dia bahwa, saya yang akan menyediakan lahan untuk budidaya dan dia yang menyediakan modal untuk peralatan budidaya namun saya juga turut membantu modal. persiapan dalam pembuatan kolam bisa dibilang sangat singkat hanya 2 hari, karena kamu membuat kolam dari terpal bukan dari semen. dan kami mulai bertanya-tanya pada orang-orang yang juga membudidaya LELE, dan kami langsung berani mengambil 1000 bibit lele, untuk kami memulai budidaya kami. dan sekaligus kami membeli pakan lele yang bagus dan juga sebagai pelengkap kami juga membeli vitamin untuk Lele. jelas modal yang kami keluarkan saat itu sangat besar yaitu hampir Rp. 1 juta.

kami mulai budidaya lele. kamu sangat optimis usaha ini akan berhasil dan akan menghasilkan profit yang menguntungkan. namun ternyata kenyataan berkata lain, setelah berselang 1 bulan, kami mendapati lele kami mati sedikit-demi sedikit setiap hari. kami bingung, entah dari makanan, kolam atau apakah yang membuat lele ini mati. dan jelas, dalam 2 minggu lele yang kami pelihara mati total tanpa ada yang tersisa sedikitpun. kami frustrasi dan kecewa. jelas, target yang kita bayangkan jauh dari kenyataan. hal yang minim harus kami dapat adalah BALIK MODAL, namun itu BLASSS, tidak menghasilkan apapun. dan kami kehilangan uang hampir Rp. 1 juta.

sejak saat itu saya lemah, tidak ada gairah untuk hidup, hanya makan, kuliah, dan tidur. dan mulai malas untuk berwirausaha lagi. namun lambat laun saya mulai untuk sambil bekerja disela-sela kuliah saya. saya bekerja pada seorang Bos pengusaha muda yang memiliki galeri Sepatu Lukis, dan saya saat itu menjadi pelukis sepatu. sebenarnya sangat menyenangkan pekerjaan yang dilakukan, namun kembali lagi, naluri saya yang ingin berpetualang dan tidak ingin dikekang membuat saya tidak bertahan lama bekerja disana hanya 5 bulan.

dan dari Bos inilah saya memperoleh semangat berbisnis kembali yang dia mengatakan. " setelah kuliah kamu ingin kemana ?", tanya bosku. spontan aku menjawab, " ya langsung cari kerja ". " cari kerja ?", tanya bosku lagi. "ya", aku menjawab. setelah diam beberapa saat beliau berkata pada saya, " ubah mindset kamu bahwa kamu akan mencari kerja setelah lulus, ganti dengan kamu akan menciptakan lapangan kerja ketika lulus ". dan kata-kata inilah yang tetap terhujamkan pada hati saya untuk kembali semangat untuk berwirausaha. dan setelah itu 5 bulan saya kerja, lalu saya menyatakan berhenti, dan setelah beberapa bulan saya mencoba bisnis baru saya yaitu yang seperti saat ini saya lakukan adalah usaha Sandal Batik Bangkalan. mudah-mudahan ini menjadi awal kesuksesan saya dalam turut serta membangun Indonesia yang lebih menadiri dan manjadi negara berkarakter dan Adidaya.

Teman, mungkin hal yang saat ini kita pikirkan adalah bagaimana hidup kita tenang dengan duduk manis dan sedikit kerja yang penting mendapatkan penghasilan yang cukup. dengan mencari aman tanpa ingin memperoleh suatu resiko yang berarti. namun, tahukah kalian Teman, manusia tidak diciptakan untuk duduk santai, namun, manusia diciptakan untuk terus bergerak menemukan dan melakukan hal yang terbaik yang harus kita usahakan. karena makin besar Resiko yang kita ambil, maka kehidupan kita akan semakin berwarna dan menyenangkan. dan sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. ( Big RISK = BIG RIZQ ) = resiko besar = bisa jadi menjadi rezeki besar .

inilah kawan yang mungkin membuat hidup kita menjadi berwarna. tempa dengan keras dan sadis dirimu selagi kau masih muda, maka ketika tua kau akan menjadi Mulia.

2 komentar:

  1. sALUT......Boss, lanjutkan dan terus berkembang......
    Piroan harga sandalnya, bos. Boleh saya bantu pasarkan.......Moga sj qt bisa satu ide........

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih.
      harganya 20 rb kalo eceran, kalau grosir dapat potongan. min. order 10 pcs mbk...

      Hapus